Akulaku

Akulaku Prediksi Pertumbuhan BNPL Didorong Pembayaran Fleksibel

Akulaku Prediksi Pertumbuhan BNPL Didorong Pembayaran Fleksibel
Akulaku Prediksi Pertumbuhan BNPL Didorong Pembayaran Fleksibel

JAKARTA - Layanan pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) semakin mendapatkan tempat di kalangan masyarakat Indonesia, terutama dengan berkembangnya keinginan untuk memiliki opsi pembayaran yang lebih fleksibel. 

Di balik peningkatan pesat ini, PT Akulaku Finance Indonesia melihat bahwa kebutuhan akan alternatif pembayaran yang lebih beragam menjadi faktor utama yang mendukung pertumbuhannya. 

Program BNPL memungkinkan konsumen untuk melakukan pembelian barang dan jasa dengan cara mencicil pembayaran dalam jangka waktu yang lebih fleksibel.

Perry Barman Slangor, Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, mengungkapkan bahwa semakin banyak masyarakat yang tertarik menggunakan BNPL untuk berbagai kebutuhan, baik itu konsumsi sehari-hari maupun untuk aktivitas produktif. 

Seiring dengan berkembangnya layanan keuangan digital, semakin banyak orang yang merasa lebih nyaman bertransaksi tanpa harus mengeluarkan biaya di awal, dengan pembayarannya dapat dilakukan secara bertahap.

Pertumbuhan BNPL Terkait dengan Kebutuhan Pembayaran Fleksibel

Pembiayaan BNPL semakin dilirik karena menawarkan cara pembayaran yang sesuai dengan gaya hidup digital masyarakat Indonesia. Masyarakat kini semakin mengutamakan kenyamanan dalam bertransaksi, dan BNPL memberikan solusi untuk hal tersebut. 

Dengan sistem yang memungkinkan pembayaran dilakukan dalam periode waktu tertentu, BNPL menjadi pilihan yang menarik bagi konsumen yang ingin membeli barang atau jasa tanpa harus langsung mengeluarkan uang secara penuh.

“Pertumbuhan BNPL sejalan dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap opsi pembayaran yang lebih beragam, baik untuk konsumsi maupun aktivitas produktif, serta didukung oleh meningkatnya penetrasi layanan keuangan digital,” kata Perry Barman Slangor. 

Oleh karena itu, sektor BNPL semakin diminati, terutama dengan adanya aplikasi berbasis digital yang memungkinkan transaksi dilakukan secara cepat dan mudah.

Berdasarkan data yang ada, semakin banyak pengguna layanan keuangan digital yang beralih menggunakan BNPL karena kemudahan yang ditawarkannya. 

Hal ini mengarah pada peningkatan volume transaksi di sektor tersebut, sehingga perusahaan pembiayaan BNPL dapat melihat adanya tren positif yang mendorong pertumbuhan mereka.

Manajemen Risiko yang Hati-hati Menjadi Kunci Pertumbuhan Sehat

Meski terdapat pertumbuhan yang pesat, PT Akulaku Finance Indonesia tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan layanan BNPL. Perry menekankan pentingnya pengelolaan risiko yang baik, mengingat daya beli masyarakat yang fluktuatif serta perkembangan regulasi yang terus berubah. 

Dalam hal ini, perusahaan memastikan bahwa setiap pembiayaan yang disalurkan tidak hanya memperhatikan potensi keuntungan, tetapi juga risiko yang mungkin timbul dari pemberian kredit.

"Perusahaan tetap mencermati kondisi daya beli dan perkembangan regulasi dengan menjaga pengelolaan risiko serta menjalankan bisnis secara sehat dan berkelanjutan," tambah Perry. 

Dengan memastikan bahwa pembiayaan yang diberikan tetap berada dalam koridor yang sehat, perusahaan dapat mempertahankan keberlanjutan operasional serta menjaga kepercayaan pelanggan.

Tantangan dalam manajemen risiko BNPL seringkali berhubungan dengan ketidakpastian pasar dan perilaku konsumen yang dinamis. Oleh karena itu, Akulaku Finance memprioritaskan evaluasi yang terus-menerus terhadap daya beli dan kemampuan konsumen dalam membayar cicilan tepat waktu. 

Ini juga membantu perusahaan untuk memperhitungkan pengelolaan risiko secara lebih hati-hati, guna menghindari risiko kredit macet yang bisa merugikan bisnis mereka.

Peningkatan Pembiayaan BNPL dan Peran Regulasi yang Meningkat

Berdasarkan data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan BNPL di Indonesia tercatat mencapai Rp11,24 triliun pada November 2025, dengan angka ini mengalami kenaikan sebesar 68,61% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year on year/YoY). 

Angka ini menunjukkan bagaimana sektor BNPL semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan metode pembayaran yang lebih fleksibel.

Salah satu indikator yang menunjukkan keberhasilan sektor ini adalah penurunan tingkat Non-Performing Financing (NPF) gross BNPL. Pada November 2025, tingkat NPF tercatat sebesar 2,78%, sedikit membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 2,79%. 

Ini menunjukkan bahwa perusahaan pembiayaan BNPL mampu mengelola risiko dengan lebih baik dan menjaga kualitas pembiayaan tetap terjaga meskipun volume transaksi meningkat.

Peningkatan volume pembiayaan BNPL juga sejalan dengan peran aktif regulator seperti OJK yang terus memperbarui kebijakan dan regulasi terkait sektor ini. Peraturan yang jelas dan terstruktur memberi ruang bagi industri untuk berkembang tanpa menimbulkan risiko yang berlebihan. 

Akulaku Finance, bersama dengan perusahaan pembiayaan lainnya, berusaha untuk mematuhi setiap regulasi yang berlaku agar sektor BNPL ini dapat tumbuh dengan stabil.

Perkembangan BNPL dan Keuntungan Digitalisasi Layanan Keuangan

Tidak dapat dipungkiri bahwa digitalisasi layanan keuangan turut mendorong pertumbuhan sektor BNPL di Indonesia. Dengan adanya kemajuan teknologi digital dan penetrasi internet yang semakin tinggi, masyarakat kini lebih mudah mengakses layanan BNPL. Proses pengajuan dan pencairan dana yang cepat melalui aplikasi berbasis digital semakin membuat transaksi BNPL semakin populer.

Keuntungan utama dari digitalisasi dalam layanan BNPL adalah kenyamanan bagi konsumen. Pembayaran yang bisa dilakukan secara online tanpa memerlukan tatap muka serta fleksibilitas dalam pembayaran menjadi nilai tambah yang sangat dihargai oleh konsumen modern. 

Tidak hanya itu, berbagai fitur tambahan seperti transaksi tanpa kartu dan opsi cicilan yang lebih fleksibel semakin memperkuat posisi BNPL di pasar.

Di sisi lain, perusahaan juga merasakan manfaat dari penggunaan teknologi dalam operasional mereka. Digitalisasi memungkinkan perusahaan untuk mengelola data lebih efisien, melakukan analisis risiko secara real-time, dan menyediakan layanan yang lebih cepat kepada konsumen. 

Dengan memanfaatkan teknologi, perusahaan bisa memberikan solusi pembiayaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index