BI-Fast

BI-Fast Catatkan Lonjakan Transaksi Rp 1.176 Triliun pada Januari 2026

BI-Fast Catatkan Lonjakan Transaksi Rp 1.176 Triliun pada Januari 2026
BI-Fast Catatkan Lonjakan Transaksi Rp 1.176 Triliun pada Januari 2026

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus menunjukkan komitmennya untuk mendorong perkembangan sistem pembayaran digital yang semakin efisien dan aman. 

Salah satu infrastruktur yang semakin berkembang pesat adalah BI-Fast, sebuah sistem pembayaran ritel yang menawarkan kemudahan dan efisiensi bagi nasabah dan pelaku usaha di Indonesia. 

Pada Januari 2026, BI-Fast berhasil mencatatkan nilai transaksi yang sangat signifikan, yakni mencapai Rp 1.176 triliun, yang menunjukkan adanya pertumbuhan 34,41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dengan semakin banyaknya transaksi yang diproses melalui BI-Fast, sistem ini semakin solid dalam mendukung ekosistem ekonomi digital Indonesia. 

Tak hanya volume transaksi yang terus tumbuh, tetapi sistem pembayaran ini juga menjadi alat yang semakin banyak digunakan oleh masyarakat dan pelaku usaha dalam bertransaksi secara cepat dan aman. Berikut adalah beberapa rincian penting yang perlu diketahui tentang perkembangan BI-Fast pada awal 2026.

Peningkatan Signifikan dalam Volume Transaksi BI-Fast

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa pada bulan Januari 2026, BI-Fast memproses sekitar 455 juta transaksi, dengan nilai transaksi yang mencapai Rp 1.176 triliun. 

Angka ini mencerminkan peningkatan yang luar biasa sebesar 34,41 persen dibandingkan dengan Januari 2025. Meningkatnya volume transaksi ini menunjukkan betapa banyaknya masyarakat dan pelaku usaha yang mulai mengandalkan BI-Fast sebagai sistem pembayaran utama dalam transaksi sehari-hari.

Perry menjelaskan, peningkatan ini tidak terlepas dari berbagai kemudahan yang diberikan oleh BI-Fast, seperti biaya transaksi yang lebih rendah dan kecepatan dalam penyelesaian pembayaran. 

Oleh karena itu, BI-Fast menjadi pilihan yang menarik bagi banyak pihak yang mencari cara pembayaran yang lebih efisien dan aman. Dengan capaian ini, BI-Fast semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu sistem pembayaran terdepan di Indonesia.

BI-RTGS Ikut Catatkan Lonjakan Transaksi

Selain BI-Fast, sistem pembayaran Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) juga mencatatkan peningkatan yang signifikan pada Januari 2026. 

Volume transaksi yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,86 juta transaksi dengan nilai total mencapai Rp 19.555 triliun. Meski lebih sedikit dibandingkan BI-Fast, transaksi melalui BI-RTGS masih menunjukkan angka yang sangat besar, mengingat sistem ini digunakan untuk transaksi bernilai besar antara bank-bank di Indonesia.

Peningkatan transaksi ini juga mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap infrastruktur sistem pembayaran yang telah diterapkan oleh Bank Indonesia. 

Adanya kedua sistem pembayaran ini, baik untuk transaksi ritel melalui BI-Fast maupun untuk transaksi bernilai besar melalui BI-RTGS, memberikan pilihan yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk melakukan pembayaran sesuai kebutuhan mereka.

Kolaborasi Internasional Melalui Proyek Nexus Global Payments

Selain mencatatkan lonjakan transaksi domestik, Bank Indonesia juga terlibat dalam inisiatif global yang sangat penting, yakni proyek Nexus Global Payments. 

Proyek ini merupakan kolaborasi antara enam bank sentral, termasuk Bank Indonesia, yang bertujuan untuk memperkuat sistem pembayaran lintas negara.

Bank Indonesia bersama dengan lima bank sentral lainnya dari Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan India, berkomitmen untuk menghubungkan sistem pembayaran instan domestik masing-masing negara. Dengan proyek Nexus ini, transaksi antarnegara akan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. 

Keikutsertaan Indonesia dalam Nexus sangat penting mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan volume remitansi terbesar di dunia. 

Melalui keterhubungan sistem pembayaran lintas negara yang lebih terpadu, Indonesia diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara mitra di kawasan.

Strategi Bank Indonesia untuk Meningkatkan Sistem Pembayaran

Menurut Perry Warjiyo, keikutsertaan Indonesia dalam proyek Nexus merupakan langkah strategis yang sangat penting. Sistem pembayaran yang lebih terintegrasi dengan negara-negara lain akan membuka peluang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku usaha Indonesia untuk melakukan transaksi dengan lebih mudah dan efisien. 

Keberadaan proyek Nexus ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di kancah global, seiring dengan kemudahan bertransaksi antarnegara yang akan semakin berkembang.

Kolaborasi antar negara dalam sektor pembayaran internasional ini juga sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia untuk meningkatkan inklusi keuangan dan memberikan akses lebih luas kepada masyarakat Indonesia terhadap sistem pembayaran yang lebih modern. 

Selain itu, Bank Indonesia berupaya untuk terus meningkatkan inovasi dan efisiensi sistem pembayaran domestik dan internasional, sehingga masyarakat Indonesia bisa merasakan manfaat langsung dari kemajuan teknologi ini.

Menatap Masa Depan Sistem Pembayaran Indonesia

Dengan adanya BI-Fast dan proyek Nexus, Indonesia sedang berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu negara dengan sistem pembayaran paling efisien dan aman di dunia. 

Peningkatan yang signifikan dalam volume transaksi melalui BI-Fast menunjukkan bahwa sistem ini semakin diterima oleh masyarakat luas. Sementara itu, kolaborasi internasional dalam proyek Nexus membuka kesempatan besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam sistem pembayaran global.

Melalui langkah-langkah strategis ini, Bank Indonesia semakin memastikan bahwa sistem pembayaran yang diterapkan tidak hanya efisien, tetapi juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. 

Tentunya, masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia akan semakin merasakan manfaatnya dalam waktu dekat, baik dalam transaksi domestik maupun internasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index