BBM

Pertamina Pastikan Stok BBM di Papua dan Maluku Aman Selama Ramadan

Pertamina Pastikan Stok BBM di Papua dan Maluku Aman Selama Ramadan
Pertamina Pastikan Stok BBM di Papua dan Maluku Aman Selama Ramadan

JAKARTA - Menjelang bulan Ramadan 2026, Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Papua dan Maluku akan tetap terjaga. 

Kondisi geografis yang menantang, dengan kepulauan dan pegunungan yang tersebar, menjadi tantangan tersendiri dalam mendistribusikan BBM ke berbagai daerah. 

Namun, Pertamina telah mempersiapkan rencana distribusi yang matang untuk memastikan kelancaran suplai bahan bakar ke masyarakat, terutama selama periode Ramadan yang sering kali meningkatkan kebutuhan energi.

Awan Raharjo, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, dalam keterangan resminya pada Kamis, menegaskan bahwa sejak awal Februari 2026, pihaknya telah melakukan perencanaan untuk memastikan stok di 21 Terminal BBM di wilayah Maluku dan Papua tetap terjaga. 

"Wilayah Maluku dan Papua memiliki tantangan tersendiri dalam mendistribusi ke wilayah kepulauan dan pegunungan. Kami terus melakukan perencanaan untuk memastikan stok di terminal BBM terjaga," ujarnya. 

Hal ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjaga kelancaran distribusi BBM meskipun dengan tantangan logistik yang cukup berat.

Keamanan Stok BBM Menjelang Ramadan 2026

Pertamina memastikan bahwa stok BBM di 21 Terminal BBM yang ada di seluruh Papua dan Maluku dalam kondisi aman. Bahkan, pada hari pertama Ramadan 2026, ketahanan stok BBM sudah dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat. 

Untuk jenis bahan bakar seperti Solar, ketahanan stok berada di level 11 hari, sementara Pertalite memiliki ketahanan hingga 26 hari, Pertamax 29 hari, dan Dexlite 11 hari. Selain itu, untuk minyak tanah dan Avtur, stok tersedia hingga 21 hari.

Awan Raharjo menekankan bahwa ketahanan stok BBM ini akan terus dipantau dan diperbarui setiap hari, mengikuti suplai yang masuk ke terminal dan volume BBM yang disalurkan ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), agen minyak tanah, dan terminal bahan bakar penerbangan. 

“Kami menjaga angka stok ini setiap harinya dengan melakukan perencanaan yang matang agar selalu dalam level yang baik,” ujarnya. 

Dengan sistem pemantauan yang ketat, Pertamina berharap dapat memastikan ketersediaan bahan bakar tidak terputus selama bulan Ramadan, terutama di wilayah-wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.

Upaya Ekstra untuk Menjaga Kualitas Layanan di SPBU

Selain menjaga pasokan BBM, Pertamina juga memfokuskan perhatian pada kenyamanan pelanggan yang datang ke SPBU, terutama bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. 

Awan Raharjo menambahkan bahwa Pertamina telah mengambil beberapa langkah ekstra untuk memastikan kenyamanan pelanggan selama Ramadan, salah satunya adalah menjaga kebersihan fasilitas umum di SPBU, seperti toilet dan mushola. 

Fasilitas-fasilitas ini dibersihkan secara berkala setiap hari oleh petugas untuk memastikan kenyamanan pengunjung, terutama bagi mereka yang membutuhkan tempat untuk beristirahat dan melaksanakan ibadah.

“Bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan dan membutuhkan tempat untuk beristirahat, kami menyediakan fasilitas mushola di SPBU untuk beribadah. Kami juga memastikan fasilitas lain, seperti toilet, selalu terjaga kebersihannya,” jelas Awan. 

Hal ini bertujuan agar masyarakat yang sedang berpuasa dan dalam perjalanan tidak merasa terganggu dan bisa beristirahat sejenak untuk melaksanakan ibadah atau sekadar menyegarkan diri.

Distribusi BBM di Wilayah Terpencil

Distribusi BBM ke wilayah Papua dan Maluku memang memerlukan upaya ekstra mengingat tantangan geografis yang harus dihadapi, seperti jarak yang jauh, medan yang berat, dan infrastruktur yang terbatas. Namun, Pertamina memastikan bahwa meskipun ada kesulitan tersebut, pihaknya akan terus bekerja keras untuk memastikan pasokan BBM sampai ke seluruh wilayah dengan tepat waktu.

Awan Raharjo menegaskan bahwa distribusi BBM untuk wilayah Papua dan Maluku tetap menjadi prioritas utama, terutama selama bulan Ramadan yang memiliki tingkat konsumsi BBM yang lebih tinggi. 

"Pengiriman BBM ke wilayah-wilayah ini membutuhkan upaya ekstra dengan tantangan geografis yang cukup berat. Namun, kami pastikan bahwa distribusi tetap berjalan lancar dan tidak ada gangguan pasokan," tambahnya. 

Komitmen Pertamina untuk menjaga ketersediaan BBM di daerah-daerah terpencil ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index